Shafaindonesia.com//Lampung, – Jurnalis bukan sekadar penulis kabar baik.
Ia adalah penjaga nalar, penggugat diam, dan saksi zaman.
Selama ini tulisanku mungkin terlihat lembut—mengedukasi, menenangkan, dan menyajikan sisi positif.
Tapi jangan salah menilai.
Pena jurnalis bukan mainan, Kamera jurnalis bukan pajangan.
Ketika kebenaran dipelintir, ketika suara publik diabaikan, saat itulah ketajaman diuji.
Sejarah sudah membuktikan:
Satu tulisan bisa menjatuhkan kekuasaan.
Satu gambar bisa mengguncang dunia.
Jurnalis bekerja dengan etika, tapi bukan berarti tumpul. Kami memilih waktu, bukan kehilangan keberanian. Kami menahan diri, bukan kehilangan daya gigit.
Karena pada akhirnya, ketika fakta harus bicara lantang,
pena akan menulis tanpa kompromi,
kamera akan merekam tanpa rasa takut.
Jurnalis Muda
Kaperwil Lampung