Shafaindonesia.com // Empat Lawang
Dugaan kejanggalan dalam proyek pembangunan drainase di jalan poros Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, kian menguat dan memicu sorotan publik.
Proyek tersebut diduga tidak transparan, tanpa papan informasi, tanpa kejelasan anggaran, serta minim pengawasan di lapangan.
Berdasarkan hasil pantauan, pekerjaan tetap berjalan meski tidak ditemukan informasi mendasar seperti sumber dana, nilai kontrak, hingga identitas pelaksana kegiatan. Para pekerja di lokasi pun tidak mampu memberikan keterangan jelas terkait proyek yang sedang dikerjakan.
Kondisi ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Salah satu warga, Yefri, menilai kualitas material yang digunakan, khususnya batu, diduga tidak memenuhi standar teknis. Ia juga menyoroti adanya kejanggalan pada struktur bangunan, di mana bagian lama masih terlihat layak, namun tetap dilakukan pengerjaan baru seolah-olah proyek dimulai dari nol.
“Kalau bangunan lama masih bagus, kenapa harus dibangun ulang? Ini patut diduga ada pemborosan atau permainan anggaran,” ujarnya.
Upaya konfirmasi kepada pihak terkait melalui pesan WhatsApp kepada oknum berinisial …. belum membuahkan hasil, karena yang bersangkutan tidak memberikan tanggapan. Sikap tersebut dinilai tidak sejalan dengan prinsip keterbukaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP).
Temuan ini semakin memperkuat dugaan adanya potensi pemborosan anggaran hingga manipulasi pekerjaan dalam proyek tersebut. Hingga kini, awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna mendapatkan kejelasan.
Sementara itu, anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) 7 Provinsi Sumatera Selatan saat dikonfirmasi menyatakan akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Hal ini akan kita konfirmasi ke pihak Bina Marga Provinsi untuk memastikan kepemilikan dan status proyek,” tegasnya.
Publik pun mendesak agar dilakukan audit menyeluruh guna memastikan tidak adanya penyimpangan serta menjamin penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan yang berlaku.
(Red).