Shafaindonesia.com Muara Enim — Penggerebekan sebuah gudang ilegal di Desa Lembak, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, membuka tabir dugaan praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal yang selama ini dinilai meresahkan masyarakat. Lebih dari itu, muncul dugaan keterlibatan oknum anggota TNI berinisial CN, yang disebut-sebut bertugas di lingkungan Korem, sebagai pihak yang membekingi aktivitas ilegal tersebut.
Informasi tersebut mencuat usai aparat kepolisian melakukan penggerebekan di lokasi gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan BBM ilegal sebelum diedarkan ke pasar gelap. Gudang itu disinyalir telah beroperasi cukup lama dan luput dari pengawasan, hingga akhirnya digerebek aparat.
Dugaan keterlibatan oknum aparat negara ini memicu kekecewaan dan kemarahan masyarakat. Warga menilai, jika dugaan tersebut benar, maka hal itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap tugas dan amanah sebagai aparat pertahanan negara.
“Ini sangat miris. TNI yang seharusnya menjaga negara dan menegakkan disiplin justru diduga ikut bermain dalam lingkaran mafia BBM ilegal,” ujar salah satu warga setempat, Rabu (28/1/2026).
BBM ilegal diketahui menjadi salah satu kejahatan ekonomi yang berdampak luas, mulai dari kerugian negara akibat hilangnya penerimaan pajak, penyalahgunaan BBM bersubsidi, hingga ancaman keselamatan warga akibat penyimpanan tanpa standar keamanan. Dugaan adanya backing oknum aparat dinilai menjadi faktor utama mengapa praktik semacam ini sulit diberantas.
Masyarakat pun mendesak agar pengusutan kasus ini tidak berhenti pada penggerebekan semata. Mereka meminta aparat penegak hukum dan institusi TNI bertindak transparan dan profesional, termasuk melakukan pemeriksaan internal secara menyeluruh terhadap oknum yang diduga terlibat.
“Kalau benar ada oknum TNI yang membekingi, harus diproses sesuai hukum militer dan hukum pidana. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” tegas warga lainnya.
Penggerebekan gudang ilegal ini disebut-sebut merupakan hasil kerja sama antara kepolisian dan aparat terkait. Namun hingga berita ini diterbitkan, Kapolres Muara Enim AKBP belum berhasil dikonfirmasi. Belum ada keterangan resmi yang disampaikan kepada media terkait status gudang, barang bukti, maupun dugaan keterlibatan oknum TNI tersebut.
Publik kini menunggu sikap tegas dan terbuka dari kepolisian serta institusi TNI untuk menjawab keraguan masyarakat dan memastikan bahwa hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
Red/YNT