Pulo Mas dan Balap Liar yang Seolah Direstui Sunyi

Shafaindonesia.com,//Empat Lawang- Pulo Mas belakangan ini menjelma menjadi ruang publik yang ramai. Setiap sore, warga datang untuk berolahraga, berjalan santai, atau sekadar menikmati suasana. Namun di sela-sela keramaian itu, ada pemandangan lain yang perlahan dianggap biasa: motor-motor melaju kencang, suara knalpot memekakkan, dan jalan umum berubah fungsi menjadi lintasan balap liar.
Fenomena ini terjadi hampir setiap sore, pada jam-jam ketika pengunjung sedang ramai-ramainya. Anehnya, aktivitas tersebut berlangsung tanpa hambatan berarti, seolah tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Padahal, di sisi jalan yang sama, ada ibu-ibu, anak-anak, dan warga lanjut usia yang hanya ingin melintas dengan aman.
Barangkali balap liar ini dianggap sebagai hiburan sore. Atau mungkin dinilai sebagai bagian dari dinamika anak muda yang “nanti juga selesai sendiri”. Sayangnya, keselamatan publik bukan sesuatu yang bisa ditunggu hingga ada yang celaka.
Yang menarik, sebagian pengunjung mulai berujar dengan nada bercanda namun sarat makna, “Kalau mau ditertibkan, harus viral dulu.” Kalimat ini terdengar ringan, tetapi menyimpan kegelisahan: hadirnya negara seakan bergantung pada seberapa ramai sebuah peristiwa diperbincangkan di media sosial.
Padahal, ketertiban lalu lintas bukanlah tontonan musiman. Ia adalah kewajiban yang seharusnya berjalan dalam diam, konsisten, dan tanpa harus diminta. Ketika ruang publik dibiarkan diisi oleh risiko, perlahan rasa aman pun ikut terkikis.
Pulo Mas sejatinya memiliki potensi menjadi ruang bersama yang nyaman dan ramah bagi semua kalangan. Akan sangat disayangkan jika kawasan ini justru lebih dikenal sebagai arena adu kecepatan ketimbang tempat rekreasi keluarga.
Mungkin yang dibutuhkan bukan tindakan besar, melainkan kehadiran kecil yang rutin: patroli sore, teguran sederhana, dan pesan bahwa keselamatan warga tetap menjadi prioritas. Sebab ketertiban yang hadir sebelum kejadian, selalu lebih bijak daripada penyesalan setelahnya.

Saroni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *