Shafaindonesia.com Pesisir Barat-Dana BOS digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan operasional sekolah, seperti penyediaan alat-alat pembelajaran, pemeliharaan sarana prasarana, dan kegiatan administrasi sekolah.
Meningkatkan aksesiblitas pendidikan
Dana BOS juga membantu sekolah dalam menyediakan fasilitas dan kegiatan pembelajaran yang lebih baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas belajar siswa.

Tentu dengan adanya dana BOS satuan pendidikan dituntut untuk memfasilitasi potensi peserta didik melalui pengembangan bakat, minat, dan kreativitas.
Selain itu satuan pendidikan juga harus menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman,dan kondusif agar peserta didik dapat belajar dengan efektif.
Satuan pendidikan juga harus tepat dalam penyusunan program kerja dan anggaran satuan pendidikan dilakukan melalui proses yang sistematis, mulai dari identifikasi kebutuhan, analisis SWOT, penyusunan program, hingga penganggaran dan monitoring. Proses ini melibatkan seluruh komponen satuan pendidikan dan didasarkan pada visi, misi, dan tujuan sekolah.
Dalam hal ini tentu kepsek harus melakukan analisis mendalam terhadap kondisi sekolah saat ini, termasuk kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dan juga mengidentifikasi kebutuhan dan masalah yang dihadapi oleh siswa, guru, tenaga kependidikan, dan komite sekolah.
“Namun sangat di sesalkan masih banyak satuan pendidikan yang terkesan mengabaikan kebutuhan satuan pendidikan itu sendiri bahkan tidak memberikan Fasilitas yang aman dan nyaman bagi siswa siswi demi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar”.
“Seperti yang kini menjadi sorotan dikalangan masyarakat di kecamatan karya penggawa kabupaten pesisir barat dimana salah satu yang terletak di pekon kebuayan diduga miris dan kurang layak untuk melakukan kegiatan ngajar mengajar”.
“Bagaimana tidak sekolahan dasar yang dinaungi oleh kepsek inisial RI diduga tidak menyinyiap kan serana praserana yang nyaman dan aman bagi anak muridnya”
“Salah satu contoh kecil dimana sekolahan dasar negeri 88 Krui yang mempunyai anak didik berjumlah 146 siswa terlihat dari fisik bangunan nya yang amburadul seolah tak bertuan serta mirisnya lagi tidak sumur dan WC untuk anak para siswi membuang air kecil dan besar,bahkan harus pulang ke rumah mereka di saat belajar”.
“Menurut keterangan salah satu sumber yang juga wali murid SDN 88 Krui kondisi tersebut sudah sejak lama dan tidak ada perbaikan dari pihak sekolahan”.1/7/25

“Kami sudah sering pak mempermasalah terkait kekurangan sekolahan tempat anak kami belajar namun jawaban daripada pihak sekolahan mengatakan akan segera melakukan perbaikan tapi sampai dengan detik ini hanya janji manis belaka yang kami terima”ucap walimurid
Lanjutnya”kami juga heran kemana dana anggaran bantuan operasional sekolah SDN 88 ini karana jangan kan untuk mengecet pager gedung bahkan WC pun tidak ada sehingga anak-anakku murid kalo mau buang air besar harus pulang kerumah masing-masing”terangnya
Sementara itu saat dikonfirmasi diruangan kerja nya RI selalu kepsek mengatakan bahwa keadaan itu memang betul terjadi namun pihak pengurus sekolahan dasar negeri 88 Krui sudah akan segera melakukan perbaikan seluruh pasilitas yang ada di SDN negeri tersebut
“Ya lah memang kami, dan sangat paham dengan kekurangan kami dan kami akan segera melakukan perbaikan baik itu dari WC,sumur pokoknya apa saja pasilitas yang kurang dari SDN 88 ini kami akan segera melakukan perbaikan”ucap Kepsek
Kepsek juga menambahkan”selain itu terkait dengan pisik banguna kami pun sudah mengajukan perbaikan SDN kita kepada pihak pemerintah dan juga dinas terkait”tambah nya.
Harapan setelah pemberitaan di terbit kan agar kiranya APH melakukan pengadilan angaran dana BOS di SDN 88 Krui pada tahun 2024 sampai dengan tahun 2025 yang tim duga adanya praktek korupsi anggaran yang tidak tepat sasaran.
Pewarta : Team media.