Empat Lawang, Shafaindonesia.com– Mimpi besar itu sedang dirajut dari lapangan-lapangan sederhana. Di bawah komando M. Riora, Doni Alexander, dan M. Raju Syaputra, Asosiasi Futsal Kabupaten (AFKab) Empat Lawang tancap gas membangun fondasi kuat demi satu tujuan: menembus panggung nasional, bahkan Timnas Futsal Indonesia.Geliat futsal di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati kian terasa hidup.
Dari riuh sorak tribun kecil hingga panasnya persaingan di lapangan, nama-nama seperti Zafana FC, New Generation FA, dan Empat Lawang United menjadi simbol kebangkitan generasi muda yang haus prestasi.Tak sekadar euforia, AFKab bergerak dengan arah yang jelas. Porprov 2027 di Lubuklinggau menjadi target antara, batu loncatan menuju level yang lebih tinggi.
Berbagai turnamen lintas provinsi di Sumatera Selatan hingga Bengkulu dijadikan arena tempur untuk mengasah mental dan kualitas permainan.
Zafana FC bahkan menorehkan konsistensi dengan tampil di Liga Nusantara tingkat Sumsel selama tiga musim berturut-turut—sebuah panggung kompetitif yang menjadi gerbang menuju futsal profesional.
Langkah konkret lainnya, AFKab mengirim lima pemain terbaik hasil seleksi kabupaten ke ajang seleksi provinsi di GOR Dempo Jakabaring, Palembang. Ini bukan sekadar seleksi, melainkan pintu menuju mimpi yang lebih besar.Namun AFKab tak ingin berhenti di situ. Perburuan talenta kini diperluas hingga ke pelosok desa.n
Mereka mencari lebih dari sekadar pemain—mereka mencari petarung lapangan: berpostur kuat, tangguh di bawah tekanan, cepat dalam mengambil keputusan, dan memiliki disiplin baja.
Dengan menggandeng lembaga pendidikan, AFKab optimistis akan lahir generasi emas futsal dari Empat Lawang. Sebab dari daerah inilah, harapan itu tumbuh—bahwa suatu hari nanti, nama-nama anak Empat Lawang akan dipanggil mengenakan lambang Garuda di dada.Dan saat itu tiba, semua akan tahu: mimpi besar itu memang dimulai dari sini.
@