Opini: Menu Dapur MBG yang Jauh dari Standar Gizi

Shafaindonesia.com//Empat Lawang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya menjadi terobosan penting dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Namun, realisasi di lapangan justru memunculkan kekecewaan publik. Menu yang disajikan di sejumlah dapur MBG dinilai tidak seimbang, minim protein, miskin sayuran, serta nyaris tanpa buah. Kondisi ini jelas bertentangan dengan tujuan utama program.
Menu yang jauh dari standar gizi bukan sekadar persoalan teknis dapur, melainkan mencerminkan lemahnya perencanaan, pengawasan, dan tata kelola anggaran. Ketika dana besar tidak berbanding lurus dengan kualitas makanan, wajar jika publik mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pengelola.
Lebih dari itu, sajian yang tidak bergizi berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak dan menurunkan konsentrasi belajar. Program MBG tidak boleh sekadar menjadi proyek formalitas. Diperlukan evaluasi menyeluruh, audit terbuka, serta pengawasan ketat agar tujuan menciptakan generasi sehat dan cerdas benar-benar terwujud.

saroni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *