Dugaan Proyek Jembatan Cawang Baru Rp2,4 Miliar Disorot, Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan

SHAFAINDONESIA.COM//PAGAR ALAM – Proyek infrastruktur bertajuk Penggantian Jembatan W8 Cawang Baru–Jangga yang berlokasi di Kecamatan Dempo Tengah kini menjadi sorotan publik. Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 dengan nilai fantastis mencapai Rp2.474.792.000 ini diduga menyimpan sejumlah persoalan, mulai dari kualitas pekerjaan hingga transparansi penggunaan anggaran.
Temuan Fakta di Lapangan
Berdasarkan hasil investigasi jurnalis Narto di lokasi proyek pada akhir Desember 2025, ditemukan beberapa indikasi yang menimbulkan tanda tanya besar terkait pelaksanaan proyek tersebut.
Minim Pengawasan dan Lemahnya Respons Pejabat Terkait
Upaya konfirmasi kepada Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR melalui pesan singkat tidak membuahkan hasil yang jelas. Pejabat terkait hanya memberikan jawaban singkat bahwa dirinya sedang Dinas Luar (DL), tanpa penjelasan teknis mengenai pengawasan, progres, maupun kualitas pekerjaan proyek jembatan tersebut.
Sikap ini menimbulkan kesan kurangnya keterbukaan informasi kepada publik, terutama untuk proyek yang menggunakan dana negara dalam jumlah besar.
Kontraktor Bungkam
Tak hanya itu, pihak pelaksana proyek, CV. Widya Cakra Mandiri, juga terkesan tertutup. Hingga berita ini disusun, kontraktor tersebut tidak memberikan tanggapan atau klarifikasi saat dimintai penjelasan terkait spesifikasi material, metode pengerjaan, serta progres proyek di lapangan.
Kondisi Teknis Pekerjaan Menuai Sorotan
Dari hasil pantauan langsung, ditemukan sejumlah kondisi teknis yang patut dipertanyakan, di antaranya:
Terlihat tumpukan material berupa koral/split di area proyek tanpa kejelasan spesifikasi mutu.
Proses pengecoran dinding jembatan dan pemasangan besi tulangan masih berlangsung, namun beberapa galian pondasi tampak tergenang air keruh tanpa proses pengeringan atau penanganan teknis yang memadai.
Sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar keselamatan konstruksi, meskipun bekerja di area yang berisiko tinggi.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak pada mutu dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang.
Desakan Transparansi dan Audit Proyek
Dengan nilai anggaran yang mencapai miliaran rupiah, proyek ini semestinya dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai spesifikasi teknis. Publik kini menanti langkah tegas dari instansi terkait, termasuk pengawasan lebih ketat dan kemungkinan audit teknis guna memastikan tidak terjadi penyimpangan anggaran atau mark-up proyek.
Hingga saat ini, masyarakat berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti temuan di lapangan demi menjaga akuntabilitas serta keselamatan infrastruktur publik.

Jurnalis Narto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *