LAPORAN INVESTIGASI: Dugaan Ketidaksesuaian Proyek Jembatan Air Salak Pagar Alam

SHAFAINDONESIA.COM//PAGAR ALAM – Pembangunan Jembatan Air Salak yang berlokasi di Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam, kini tengah menjadi sorotan publik. Proyek yang dibiayai oleh APBD Kota Pagar Alam Tahun Anggaran 2025 dengan nilai fantastis sebesar Rp 3.954.107.000,- ini diduga dikerjakan tidak sesuai dengan standar kualitas konstruksi dan memicu kekhawatiran adanya kerugian negara.Rabu, 14/1/2026
​Temuan Fakta di Lapangan
​Berdasarkan pantauan langsung tim jurnalis di lokasi proyek, ditemukan beberapa poin krusial yang perlu mendapat perhatian serius dari Aparat Penegak Hukum (APH) dan instansi audit terkait:
​Kualitas Pasangan Batu: Ditemukan rongga dan celah signifikan pada struktur pasangan batu yang sudah disemen, yang berisiko mengurangi stabilitas dinding penahan jembatan.
​Material Agregat: Penggunaan material batu kali bulat dalam jumlah besar dan kondisi pasir di lokasi memerlukan uji laboratorium untuk memastikan kekuatannya memenuhi standar beton struktural.
​Pekerjaan Struktur: Dokumentasi menunjukkan penggunaan metode bekisting kayu dan bambu pada bagian vital jembatan yang harus dipastikan ketepatannya terhadap desain teknis awal.
​Transparansi Anggaran: Dengan masa pelaksanaan yang singkat, yaitu 86 hari kalender, nilai proyek senilai hampir Rp 4 Miliar dinilai tidak sebanding dengan kualitas fisik yang terlihat di lapangan saat ini.
​Desakan Audit Investigatif
​Masyarakat melalui media massa mengharapkan agar pihak berwenang, khususnya BPK Perwakilan Sumatera Selatan dan Unit Tipikor, segera turun ke lapangan untuk melakukan audit fisik dan keuangan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa uang pajak masyarakat tidak disalahgunakan melalui dugaan praktik mark-up atau pengurangan spesifikasi bangunan.
​Pembangunan infrastruktur jembatan adalah akses vital bagi mobilitas warga. Jika dikerjakan secara asal-asalan, hal ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mengancam keselamatan nyawa pengguna jalan di masa depan.
​Laporan Oleh: Jurnalis Narto Biro PagarAlam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *