Shafaindonesia.com
Rabu, 21 Mei 2025
Jawa Barat-Pakar Hukum Internasional terkemuka, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung instruksi program inovatif Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang memberdayakan barak TNI sebagai pusat pembinaan generasi muda bermasalah. Program ini dinilai sebagai solusi jenius untuk mengatasi kenakalan remaja, tawuran, hingga ancaman narkoba dan LGBT.

Prof. Sutan Nasomal memuji langkah KDM yang menggabungkan pendekatan militer, psikiatri anak, dan pakar tumbuh kembang untuk membentuk mental tanggung jawab, patriotisme, dan kedisiplinan. “Ini bukan proyek, tapi tanggung jawab negara dan orang tua untuk menyelamatkan anak-anak dari arus destruktif,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi peran TNI, psikiater, dan akademisi dalam program ini, sekaligus mendorong Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk berkolaborasi memperkuat karakter peserta didik. “KPAI harus hadir bukan untuk kritik, tetapi memperkuat sistem pendidikan mental di barak,” ujarnya.
Dalam wawancara eksklusif, Prof. Nasomal menyoroti kondisi memprihatinkan yang dihadapi generasi muda Jawa Barat:
– Maraknya narkoba yang menyasar anak-anak di perkotaan dan pedesaan.
– Tawuran berujung kekerasan fatal akibat budaya geng dan ejek-mengejek.
– Eksploitasi seksual dan predator LGBT yang memburu korban dari kalangan remaja.
– Pelecehan seksual di lingkungan pendidikan, termasuk pesantren.
“Kita terlalu lama diam. Program KDM adalah jawaban atas kegelisahan orang tua yang sudah lelah menasihati anaknya,” tandasnya.
Dukungan Masyarakat dan Ajakan Kolaborasi
Masyarakat Jawa Barat diharapkan mendukung penuh program ini, yang terinspirasi dari kearifan lokal Sunda tentang keseimbangan hidup. “Anak-anak harus paham: jalan benar lebih ringan risikonya daripada jalan salah,” pesan Prof. Nasomal.
Ia juga mengingatkan para pemangku kepentingan untuk mengedepankan aksi nyata alih-alih debat. “Pageh iket, pageh kancing (eratkan ikatan, kuatkan tekad). Sampurasun!” tutupnya, mengutip filosofis Sunda.
Sumber: Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH (Pakar Hukum Internasional & Pemerhati Kebijakan Pemuda)
Pewarta: Saroni / Red